Tampilkan postingan dengan label Candi Arjuna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Candi Arjuna. Tampilkan semua postingan

Kawah Sikidang

Keberadaan kawah di dataran tinggi dieng, merupakan fenomena alam yang langka dan menakjubkan sekaligus berbahaya. fenomena ini menjadi daya tarik tersendiri baik di kalangan wisatawan dan menjadi tantangan bagi peneliti.

Dataran Tinggi Dieng termasuk salah satu kawasan yang memiliki daftar kawah terbanyak di Indonesia, Sebagian besar erupsi di Dataran Tinggi Dieng adalah erupsi freatik karena dieng merupakan kawasan gunung api aktif bertipe A.

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang merupakan kawah yang terpopuler dan terbesar di Dieng, disamping letaknya yang mudah dijangkau fasilitas yang ada cukup lengkap, Seperti Mushola, WC, Area Parkir dan Pusat Perbelanjaan. Hingga kini Kawah Sikidang menjadi obyek wisata primadona dikalangan wisatawan.

Nama Kawah Sikidang diambil dari kidang dalam bahasa Indonesia = Kijang. Binatang ini memiliki karakteristik suka melompat lompat, Seperti halnya Uap air dan lava berwarna kelabu yang terdapat di kawah sikidang selalu bergolak dan munculnya berpindah-pindah bahkan melompat seperti seekor kidang / kijang.

Legenda Kawah Sikidang

Pada zaman dahulu ada sebuah istana yang besar di Dataran Tinggi Dieng, di huni oleh seorang ratu yang cantik jelita, yaitu Ratu Sinta Dewi. Pada suatu ketika Ratu Sinta Dewi akan dilamar seorang pangeran yang konon tampan dan kaya raya, yaitu Pangeran Kidang Garungan.

Namun, Ratu Shinta Dewi kecewa karena pangeran tersebut tidak setampan seperti yang diceritakan. Pangeran Kidang Garungan adalah sosok manusia berkepala kijang. Cara untuk menolak lamaran Pangeran Kidang Garungan, Ratu Shinta Dewi mengajukan syarat untuk dibuatkan sumur yang besar dan dalam. Ketika sumur hampir selesai dibuat, Ratu Shinta Dewi dan para pengawalnya menimbun sumur tersebut dengan tanah saat Pangeran Kidang Garungan masih berada di dalamnya.

Ketika sang pangeran berusaha untuk keluar dari sumur itu dengan cara mengerahkan segala kesaktiannya, sumur itu tiba-tiba menjadi panas, bergetar, dan meledak-ledak. Pangeran itu hampir saja keluar dari sumur, namun ratu dan para pengikutnya terus menimbun sang pangeran hingga tidak dapat keluar. Sang pangeran kemudian marah, lalu mengutuk Ratu Shinta Dewi dan keturunannya kelak akan berambut gembel. Bekas sumur Pangeran Kidang Garungan itulah yang kemudian menjelma menjadi Kawah Sikidang.

Kawah Candradimuka

Keberadaan Kawah Candradimuka selalu dikaitkan dengan cerita pewayangan jawa. yaitu dalam kisah Gatotkaca / Tetuka. Kawah Candradimuka selalu di lewatkan wisatawan disamping jaraknya jauh dengan dieng, jalan menuju Kawah Candradimuka belum memungkinkan untuk dilewati kendaraan besar. Padahal disekitar Kawah Candradimuka kondisi alam masih nampak indah, berupa lahan pertanian dan bebukitan.

Kawah Sibanteng

Sibanteng adalah sebuah kawah yang terletak di Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara. letaknya berdekatan dengan Kawah Sikidang. Pada tanggal 15 Januari 2009 obyek wisata kawah Sibanteng sempat ditutup beberapa hari, karena terjadi letusan lumpur yang terdengar hingga 2 Km dan mengakibatkan rusaknya hutan milik Perhutani setempat.

Letusan yang terjadi di Kawah Sibanteng terjadi akibat hujan deras yang kerap turun. letusan kawah Sibanteng terjadi sebanyak dua kali, yakni pada pukul 08.00 dan 08.30. Letusan itu termasuk jenis freatik bukan vulkanik. Diameter kawah yang semula kecil, yakni sekitar 1-2 meter, bertambah luas menjadi 50 meter.

Pada tahun 2003 bertepat di bulan Juli, kawah Sibanteng juga mengalami letusan yang sama. Hingga kini keberadaan Kawah Sibanteng dinyatakan Aktif.

Kawah Sinila

Sinila adalah sebuah kawah yang berpotensi mengeluarkan gas beracun. pada tanggal 20 Februari 1979 pernah terjadi ledakan dahsyat di kawah sinila yang mengakibatkan 149 orang meninggal dunia karena terperangkap gas beracun.

Kawah Sileri

Sileri adalah sebuah kawah yang paling berbahaya diantara kawah kawah lain di dataran tinggi dieng. Tercatat pada tahun 1944, 1964, 1984, 2003, dan 2009 Kawah sileri meledak yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan disekitarnya.

Disamping bencana yang ditimbulkan, Kawah Sileri memiliki energi yang besar berupa tenaga panas bumi atau geotermal yang digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik.

Temperatur Kawah Sileri

  1. Pada 6 September dan 23 September 2009, Suhu Kawah Sileri masing - masing terukur adalah 70.5°C.
  2. 27 September 2009 pukul 00:00:17 WIB, hasil pengukuran suhu telemetri dari sensor TLR di Kawah Sileri terukur 70°C.
  3. 27 September 2009 pukul 10:00 WIB, temperatur solfatara di Kawah Sileri yang diukur menunjukan 70°C.

Kawah Siglagah, Sikendang, Dan Timbang 

Kawah kawah lain yang terdapat di dataran tinggi dieng, seperti kawah Siglagah, Sikendang dan Timbang. Kawah kawah ini menjadi pusat pengawasan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Karena kawah Sikendang dan Timbang juga berpotensi mengeluarkan gas beracun. 

POS PGA Dieng 

Pos PGA Dataran Tinggi Dieng terletak di Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

Sumber 

Visit Komplek Candi Arjuna, Gatutkaca, Dwarawati, Bima

Selain telaga dan kawah, dataran tinggi dieng memiliki kekayaan berupa komplek candi candi yang merupakan bukti sejarah pada abad ke -8.

Dinamakan komplek candi dieng plateau, karena keberadaan candi - candi di dieng berada dalam kelompok yang berdekatan. yang masing - masing kelompok terdapat beberapa candi. Pada awalnya Van Kinsbergen seorang tentara inggris pada tahun 1814 melihat sekumpulan candi yang terendam pada genangan air, kemudian pada tahun 1956 diadakan pengeringan telaga, tempat candi tersebut berada. Selanjutnya upaya pengeringan dilakukan pada tahun 1864 oleh pemerintah Hindia Belanda. yang sempat terhenti beberapa tahun.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Candi

Beberapa definisi menyebutkan, candi adalah sebuah bangunan peninggalan masa lampau sebagai tempat ibadah, istana, petirtaan maupun gapura agama Hindu-Buda. Secara etimologi candi berasal dari kata “Candika” yang berarti nama salah satu Dewa kematian (Durga). Karenanya candi selalu dihubungkan dengan monumen untuk memuliakan Raja.

Struktur bangunan candi terdiri dari 3 bagian
  1. Kaki candi adalah bagian dasar sekaligus membentuk denahnya (berbentuk segi empat, ujur sangkar atau segi 20)
  2. Tubuh candi. Terdapat kamar–kamar tempat arca atau patung
  3. Atap candi: berbentuk limas an, bermahkota stupa, lingga, ratna atau amalaka

Bangunan candi ada yang berdiri sendiri ada pula yang kelompok. Ada dua sistem dalam pengelempokan candi, yaitu:
  1. Sistem Konsentris (hasil pengaruh dari India) yaitu induk candi berada di tengah–tengah anak–anak candi, contohnya kelompok candi lorojongrang dan prambanan
  2. Sistem membelakangi (hasil kreasi asli Indonesia) yaitu induk candi berada di belakang anak–anak candi, contohnya candi penataran

Suatu candi di masa lampau biasanya berfungsi dan digunakan masyarakat dari latar belakang agamanya, yaitu Hindu-Saiwa, Budha Mahayana, Siwa Buddha dan Rsi.

Bangunan candi terbagi menjadi 3 yaitu :
  1. Candi Kerajaan, yaitu yang digunakan oleh seluruh warga kerajaan. Contoh: Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Plaosan (Jawa Tengah), dan Candi Panataran di Jawa Timur.
  2. Candi Wanua/watak,yaitu candi yang digunakan oleh seluruh masyarakat pada daerah tertentu pada suatu kerajaan. Contoh:candi yang berasal dari masa Majapahit, Candi Sanggrahandi (Tulung Agung, Jawa Tengah), Candi Gebang (Yogya), CandiPringapus (tulung Agung, Jawa Tengah).
  3. Candi pribadi, yaitu candi yang digunakan untuk mendharmakan seorang tokoh. Contoh: Candi Kidal (pendharmaan Anusapati,raja Singhasari), Candi Jajaghu (Pendharmaan Wisnuwardhana,raja Singhasari), Candi Ngrimbi (pendharmaan Tribuanatunggadewi, ibu Hayam Wuruk),Candi Tegawangi (pendharmaan Bhre Matahun), dan Candi Surawana (pendharmaan Bhre Wengker).

 Arsitektur Candi

Pembangunan candi dibuat berdasarkan beberapa ketentuan yang terdapat dalam suatu kitab Vastusastra atau Silpasastra yang dikerjakan oleh silpin yaitu seniman yang membuat candi (arsitek zaman dahulu). Salah satu bagian dari kitab Vastusastra adalah Manasara yang berasal dari India Selatan, yang tidak hanya berisi patokan-patokan membuat kuil beserta seluruh komponennya saja, melainkan juga arsitektur profan, bentuk kota, desa, benteng, penempatan kuil-kuil di kompleks kota/desa, dll. Beberapa ketentuan dari kitab selain Manasara namun sangat penting di Indonesia adalah syarat bahwa bangunan suci sebaiknya didirikan di dekat air, baik air sungai (terutama di dekat pertemuan 2 buah sungai, danau, laut, bahkan kalau tidak ada harus dibuat kolam buatan atau meletakkan sebuah jambangan berisi air di dekat pintu masuk bangunan suci tersebut. Selain di dekat air, tempat terbaik mendirikan sebuah candi yaitu di puncak bukit, di lereng gunung, di hutan, di lembah,dsb. Seperti kita ketahui, candi-candi pada umumnya didirikan di dekat sungai, bahkan candi Borobudur terletak di dekat pertemuan sungai Opak dan sungai Progo, Seperti halnya keberadaan Candi candi di dieng berada di lereng gunung.

Bahan-bahan untuk membuat candi:
  1. Batu kali (andesit)
  2. Batu putih, seperti di Candi Ratu Boko, Jateng
  3. Batu bata kuno (keras, berbeda dengan bata pada saat ini)

Macam-macam denah candi:
  1. denah bujur sangkar
  2. denah persegi panjang
  3. denah lingkaran

Tentang Candi Dieng

Luas keseluruhan komplek Candi Dieng mencapai 1.8 x 0.8 km². Candi-candi di kawasan Dieng terbagi dalam 3 kelompok dan satu candi yang berdiri sendiri. Penamaan candi - candi di dataran tinggi dieng berdasarkan nama tokoh dalam cerita wayang yang diadopsi dari Kitab Mahabarata. Ketiga kelompok candi tersebut adalah Kelompok Arjuna, Kelompok Gatutkaca, Kelompok Dwarawati dan candi yang berdiri sendiri seperti Candi Bima, Candi Gatutkaca, Candi Dwarawatik, Candi Parikesit, Candi Sentyaki, Candi Ontorejo, Candi Samba, Candi Nakula, Candi Sadewa, Candi Gareng, Candi Petruk dan Candi Bagong. Secara kewilayahan komplek candi dieng masuk Kabupatean Banjarnegara.

Komplek Candi Arjuna terdiri dari empat candi yaitu, Candi Arjuna, Candi Sembadra, Candi Srikandi, dan Candi Puntadewa.

Candi Arjuna

Candi arjuna merupakan sebuah candi yang berdenah dasar persegi dengan luas ukuran sekitar 6 m². candi ini mirip dengan candi-candi di komples Gedong Sanga. Atap candi arjuna membentuk kubus bersusun, semakin ke atas semakin mengecil.

Didalam Candi arjuna terdapat Yoni berbentuk meja bagian tengah berlubang menampung tetesan air dari langit atap candi. Apabila tampungan penuh air meluap mengalir ke bagian linga dan diteruskan ke depan luar candi.

Candi Semar

Candi Semar adalah sebuah candi yang berukuran 3,5 m x 7 m, candi Semar letaknya berhadapan dengan Candi Arjuna. Pada dinding candi Semar terdapat lubang kecil yang berfungsi sebagai fentilasi. Sedangkan atap candi semar berbentuk limasan.

Candi Sembadra

Sembadra adalah sebuah candi yang terdapat di komplek candi arjuna. Dengan bentuk dasar bujur sangkar, Sedangkan atap candi Sembadra berbentuk kubus dengan ukuran hampir sama dengan ukuran tubuh candi sembadra.

Candi Srikandi

Srikandi adalah sebuah candi yang terdapat di komplek candi arjuna. Bentuk dasar candi srikandi berbentuk kubus.

Candi Puntadewa

Puntadewa adalah sebuah candi yang terdapat di komplek candi arjuna. dengan bentuk atap mirip seperti candi Sembadra

Komplek Candi Gatutkaca

Komplek candi Gatutkaca terdiri dari lima candi yaitu, Candi Gatutkaca, Setyaki, Nakula, Sadewa, Petruk dan Gareng.

Candi Gatutkaca

Gatutkaca adalah sebuah candi yang berukuran 4,5 x 4,5 meter dan berbentuk bujur sangkar.

Candi Bima

Bima adalah sebuah candi yang terbesar di dataran tinggi dieng dengan ketinggian 8 meter dan berukuran 6 x 6 meter. Candi Bima terletak didekat pintu masuk kawasan kawah sikidang. Dilihat dari segi arsitektur, candi Bima mendapat pengaruh gaya dari India Utara, yaitu terdiri dari tiga tingkatan mendatar.

Dahulu Candi Bima memiliki 24 arca kudu, yaitu sebuah arca yang berbentuk kepala manusia yang terletak di bilik jendela. Arca kudu ini seberat 15 Kg dengan ketinggian 24 Cm, Lebar 20 Cm dan tebal 27 Cm. Sampai dengan saat ini arca kudu yang terdapat di Candi Bima sekitar 13 Buah.

Komplek candi Dwarawati

Komplek candi Dwarawati terdiri dari 4 Candi yaitu, Candi Dwarawati, Pandu, Margasari dan Abiyasa.

Candi Dwarawati

Dwarawati adalah sebuah candi yang berdenah dasar segi empat, secara umum bentuk candi Dwarawati mirip seperti candi Gatutkaca.

Sedangkan candi Pandu, Candi Margasari, dan Candi Abiyasa. keberadaanya sudah tidak utuh lagi.

Keindahan dan keagungan Komplek candi dieng tidak hanya mendapatkan pengakuan masyarakat Indonesia sendiri, melainkan  sudah dianggap sebagai warisan kebudayaan dunia. Terbukti tak sedikit turis mancanegara yang berkunjung ke dataran tinggi dieng. Sudah sepatutnya kita ikut menjaga dan merawat keberadaan komplek candi dieng melalui tindakan - tindakan nyata.


Sumber 

Sunrise Sikunir (Dieng, Wonosobo)

Dikalangan wisatawan / pendaki lokal Gunung Sikunir tidak begitu populer, tapi bagi turis mancanegara Gunung Sikunir menjadi prioritas utama setelah obyek wisata di dataran tinggi dieng.

Sikunir merupakan sebuah Gunung yang teletak di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Tepatnya disebelah selatan Telaga Cebong, Sembungan. Perjalanan menuju Gunung sikunir dari dataran tinggi dieng memerlukan waktu sekitar 2-3 Jam (Dengan Jalan kaki). Gunung Sikunir memiliki kelebihan panorama alam yang begitu menawan, dengan double sunrisenya dan bayangan Gunung Sindoro. Sunrise yang nampak berbeda dengan Golden Sunrise di Gardu Pandang Tieng, melainkan pola cahaya yang membentuk sebuah bayangan diantara Gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu dan Merapi.

Untuk Mengejar Mentari Di Gunung Sikunir pendaki harus tiba sebelum matahari terbit, biasanya perjalanan dilakukan jam 03.00 dini hari dari dieng. Mulai dari kaki Gunung sampai puncak Gunung Sikunir medan yang dilewati cukup terjal dan licin.

Tips Mendaki Di Gunung Sikunir

  1. Dipastikan anda membawa bekal yang cukup, seperti penerangan bekal makanan, minuman dan P3K.
  2. Kondisi badan dalam keadaan fit / tidak menderita penyakit asma dan lainya. Karena suhu udara di puncak Gunung Sikunir sangat dingin.
  3. Membawa Baju hangat / mantol.
  4. Jika anda baru pertama kali mendaki Gunung Sikunir ajaklah pemandu wisata atau orang yang hafal dengan medan Gunung Sikunir.
  5. Perlengkapan dokumentasi, untuk mengabadikan panorama terindah di Puncak Gunung Sikunir.

Semoga tips diatas dapat bermanfaat

Sumber

Kegiatan Panther Mania

Sebagai bentuk perwujudan dari asas Panther Mania yang menganut asas kekeluargaan maka berbagai kegiatan diadakan untuk lebih mempererat tali kekeluargaan sesama member Panther Mania beserta keluarganya sehingga terjalin hubungan yang lebih akrab dan memberikan rasa nyaman setiap saat diadakan kegiatan Panther Mania.
Kegiatan-kegiatan Panther Mania diadakan dalam beberapa bentuk yaitu :
1.       Kopdar Bulanan
Untuk saling mengenal dan sharing berbagai hal tentang Panther, masing-masing chapter mengadakan kopi darat bulanan dengan tempat yang disepakati oleh masing-masing chapter. Untuk chapter Jakarta di setiap  bulan Panther Mania selalu mengadakan kopi darat yang terbuka bagi member club maupun non member club yang diadakan hari Minggu terakhir setiap bulan bertempat di lapangan parkir POSSI Senayan Jakarta. Dalam setiap bulan selalu diadakan sharing tentang perawatan Panther beserta tips-tips modifikasi dan troubleshooting yang berhubungan dengan pemakaian Panther.
Beberapa kegiatan yang diadakan saat Kopdar Bulanan ini diantaranya adalah : uji emisi, teknik purgingmesin diesel, meningkatkan performa mesin diesel dengan biaya murah, teknik membersihkan water sedimenter Panther, dan lain sebagainya.
Beberapa dokumentasi Kopdar Bulanan :

2.       Kopdar Tahunan
Sejak berdirinya secara resmi club Panther Mania selalu mengadakan kopi darat secara nasional setahun sekali dengan harapan akan terjalin hubungan kekeluargaan yang lebih erat dengan seluruh member Panther Mania secara nasional.
Kopi darat yang telah dilaksanakan yaitu :
a.       Sindang Reret
b.      Kaliurang, Juli 2010
Kegiatan ini diikuti oleh …. member beserta keluarganya yang diadakan di Hotel Disarter Kaliurang. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh member dari chapter Jakarta, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Pandeglang, Semarang dan Jember. Musyawarah Nasional berhasil dilaksanakan dalam pertemuan ini yang menghasilkan keputusan penetapan Pengurus Panther Mania beserta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi. Tak lupa diadakan acara Bakti Sosial dan mengunjungi beberapa obyek wisata di Yogyakarta.
c.       Cisarua, 2011
Dengan tema memperingati ulang tahun berdirinya club Panther Mania yang kedua, kopi darat kali ini diadakan di Hotel Rudian Cisarua Bogor. Dalam kegiatan ini diikuti oleh …. member beserta keluarganya.  Untuk mempererat hubungan antar member beserta keluarganya, maka diadakan beberapa acara diantaranya :
-          Fun Game bagi putra-putri member Panther Mania
-          Perkenalan profile seluruh member Panther Mania
-          Doorprize dengan berbagai hadiah menarik dari sponsor
-          Api unggun beserta hiburan dan pesta kebun

3.       Mengikuti event-event otomotif
a.       Indonesia International Motor Show 2009

b.      Bakti Astra di Mekarsari
Dalam kegiatan ini club Panther Mania diberi kesempatan oleh Astra untuk menempati stand club-club otomotif dengan brand dibawah Astra. Untuk lebih memperkenalkan club Panther Mania kepada masyarakat maka diadakan penjualan merchandise club dan memperkenalkan mobil Panther yang telah dipasang attribute member Panther Mania.

4.       Touring bersama
Dalam setiap club otomotif, salah satu kegiatan yang menarik adalah touring bersama. Dalam setiap melakukan touring, seluruh member selalu mengajak serta keluarga sehingga dalam perjalanan dirasakan club Panther Mania adalah suatu keluarga besar yang telah akrab dan saling mengenal satu sama lain bukan hanya bagi member club namun bagi seluruh anggota keluarganya.
Beberapa kesempatan touring bersama yang telah dilakukan antara lain :
a.       Penelusuran jalur Ujung Genteng ke Anyer
Perjalanan ini diikuti oleh …. peserta  dengan start dari Rest Area Cibubur pada tanggal …. jam … dengan melewati jalur Sukabumi – Ujung Genteng – Pantai Sawarna dilanjutkan ke Anyer.

b.      Wisata ke Bendungan Jatiluhur
Perjalanan dimulai dari titik kumpul di Rest Area KM 19 tol Jakarta – Cikampek dengan diikuti … peserta. Di lokasi bendungan Jatiluhur diadakan acara makan siang bersama di Warung Apung di tengah waduk Jatiluhur. Kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Bendungan Jatiluhur dan konvoi bersama kembali ke Jakarta.

c.       Penelusuran jalur Ranca Buaya
Perjalanan yang tidak direncakanan sebelumnya ini merupakan ide spontanitas saat berkumpul bersama mengikuti event Astra di Mekarsari. Perjalanan diikuti oleh 5 mobil dengan start dari Mekarsari pada tanggal … 2010 jam 18.30. Rute yang diambil menyusuri kota Cianjur kemudian dilanjutkan dengan menyusuri perkebunan the dan sampai di Pantai Jayanti pada pukul 7 pagi.  Perjalanan dilanjutkan ke pantai Ranca Buaya kemudian ke Garut, Bandung dan kembali ke Jakarta. Dalam perjalanan ini ketangguhan Panther benar-benar teruji dengan melewati jalan berbatu di sepanjang perjalanan, serta teruji keiiritan konsumsi BBM panther karena tidak ditemukan nya SPBU sepanjang perjalanan sejak dari Cianjur sampai dengan Garut.

d.      Camping liburan Natal 2010 di Pantai Pangandaran.
Perjalanan dimuali dari titik kumpul di Rest Area KM 19 tol Jakarta – Cikampek pada pukul 4 sore dengan diikuti 4 peserta. Rute yang dilalui adalah Tol Cileunyi  - Ciamis dan sampai di Pantai Pangandaran pada pukul 11 malam. Setelah mendirikan tenda di Pantai Timur Pangandaran dilanjutkan dengan makan malam bersama. Pagi hari perjalanan dilanjutkan ke Pantai Batu Karas. Setelah puas menikmati berbagai permainan dan fasilitas di pantai makan malam hari kembali didirikan tenda di Pantai Batu Karas. Hari ketiga diisi dengan mengunjungi sungai Green Canyon sebelum dilanjutkan perjalanan ke Jakarta dengan menyusuri jalanan berbatu sepnajang pantai selatan melewati Cimerak  yang begitu indah menuju Tasikmalaya dilanjutkan jalur Garut kemudian tol Purbaleunyi.

e.      Camping akhir tahun 2010 di Telaga Merdada pegunungan Dieng
Kegiatan kali ini diikuti oleh 8 peserta dari Jakarta dan Semarang. Touring dengan start dari Rest Area KM 19 tol Jakarta – Cikampek pukul 9 malam dengan melewati rute Pantura – Bumiayu kemudian sampai di Baturraden Purwokerto pada pukul 7 pagi.  Disini peserta bermalam selama satu malam di Baturraden sebelum dilanjutkan perjalanan ke Pegunungan Dieng dengan rute Purbalingga – Banjarnegara – Wonosobo dan bermalam di Telaga Merdada pegunungan Dieng dengan mendirikan tenda.

f.        Rafting di sungai Citarik

g.       Mudik Lebaran Bersama Panther Mania  2011
Kegiatan ini diawalin dengan ganti oli gratis bagi para member club Panther Mania kemudian mudik lebaran bersama kearah Jawa Tengah dan Jawa Timur serta diakhiri dengan bakti sosial di Pantai Siung Yogyakarta.


5.       Kegiatan Sosial
Sebagai wujud kepedulian social terhadap sesame dan lingkungan, Panther Mania mengadakan kegiatan-kegiatan social yang berupa :
a.       Penanaman pohon di Telaga Merdada Pegunungan Dieng
b.      Bakti sosial di panti asuhan … di Yogyakarta
c.       Bakti sosial pengisian cadangan air desa di pantai Siung  Yogyakarta